Semangat Harun Al-Rasyid Bertempur

Semangat Harun Al-Rasyid Bertempur

Suatu ketika Harun Al-Rasyid termanggu mendengar sebuah hadits. “Aku berharap agar terbunuh di medan peperangan di jalan Allah, setelah itu aku dihidupkan lagi, dan kembali mati di medan peperangan lagi,” bunyi hadits itu, dibaca Abu Mu’awiyah adh-Dhari’.

Seketika itu, Harun kembali mengingat masa lalunya: membebaskan Konstatinopel, dan menandatangani surat perjanjian damai dengan ratu Irene, sebuah perjanjian yang mewajibkan membayar jizyah kepada umat Islam setiap tahun.

Ketika menjadi khalifah daulah Abbasiyah, kisah ini menjadi kenangan indah yang membuatnya kembali bersemangat, ingin kembali bertempur. Taapi tidak bisa. Kepada sang khalifah, Abu Mu’awiyah bernasihat, cukup mengirim pasukan ke medan perang saja.

Diturutilah nasihat itu, sang khalifah mengutus anaknya Kasim, untuk berperang melawan Romawi, dan menang. Sekitar lima puluh ribu pasukan Romawi kalah. Lima ribu kuda perang berhasil dibawa pulang, beserta harta rampasan perang lainnya.

“Jika khalifah ikut perang maka siapa yang memimpin rakyat?”

ROHIS FKH ‘44
DKM An-Nahl
Fakultas Kedokteran Hewan IPB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s