Training ke Jerman

Kementerian Riset dan Teknologi, Republik Indonesia
bekerjasama dengan

Kementerian Federal Bidang Pendidikan dan Penelitian, Jerman
menyelenggarakan

PELATIHAN INTERMEDIATOR TEKNOLOGI

Latar Belakang

Pengembangan industri berbasis inovasi adalah arahan pembangunan ekonomi Indonesia dalam Kabinet Indonesia Bersatu (2009-2014). Sejalan dengan tuntutan arus globalisasi, daya saing ekonomi Indonesia perlu ditingkatkan dan diperkuat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Penerapan iptek ke industri memerlukan penanganan khusus, sehingga diperlukan pengembangan peran intermediasi teknologi. Intermediasi teknologi adalah kegiatan untuk membantu proses alih teknologi yang berperan penting untuk menumbuhkan inovasi, khususnya di sektor industri/UKM. Profesional yang melaksanakan fungsi intermediasi disebut intermediator.

Di berbagai negara maju, profesi intermediator teknologi dikenal sebagai konsultan atau technology broker. Profesi intermediator teknologi inilah yang ingin ditumbuhkembangkan di Indonesia oleh Kementerian Riset dan Teknologi untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi yang telah dihasilkan oleh lembaga penelitian dan pengembangan oleh industri/UKM. Diharapkan profesi intermediator teknologi selain dapat berperan vital dalam pembangunan ekonomi Indonesia, juga dapat berkembang menjadi profesi masa depan yang prospektif.

Tujuan
1. Untuk menumbuhkan minat generasi muda Indonesia terhadap profesi sebagai intermediator teknologi.
2. Untuk menumbuhkembangkan lembaga intermediasi di Indonesia

Untuk tujuan tersebut, maka Kementerian Riset dan Teknologi (RISTEK) – Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Federal Bidang Riset dan Pendidikan (BMBF) – Jerman, akan mengadakan Pelatihan Intermediator Teknologi dengan kualifikasi sebagai berikut:

1. Pendidikan minimal S1 semua jurusan dan telah lulus per 1 September 2011
2. Mampu berbahasa Inggris (written and spoken, TOEFL 450 / IELTS 5)
3. Memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu berkomunikasi dengan baik
4. Usia maksimal 27 tahun per 1 September 2011
5. Sehat jasmani dan rohani serta bebas narkoba (dinyatakan dengan surat keterangan dokter dari RS Pemerintah / Swasta).
6. Tidak terikat kontrak kerja dengan instansi/perusahaan lain selama mengikuti training dan selama terikat kontrak kerja dengan Kementerian Riset dan Teknologi.

info lengkap dapat dilihat di

http://ristek.go.id/?module=File&frame=Pengumuman/2011/pelatihan_intermediator_teknologi/pelatihan_intermediator_teknologi.html

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s